Thursday, 2 January 2014

Salam Bertubi Tubi


Pertanyaan
  1. Apakah mengirim salam via sms atau surat dengan singkatan seperti Ass.., askum, assalamu'alaikum wr. Wb., dan sebagainya telah dapat dikategorikan salam yang wajib dijawab (termasuk shighat syar'iyyah) ?
  2. Surat permintaan doa yang bertumpuk dan semua mengandung tulisan salam atau titipan salam dari banyak orang. Apakah harus dibaca atau disampaikan dan dijawab semua (satu persatu) ?
Jawaban
a.Menyingkat shighot السلام عليكم dengan menggunakan huruf 'ajam seperti Ass, Askum, dsb belum ditemukan referensi yang menyatakan sebagai shighot syar'i.

Kendati demikian, kebiasaan penulisan السلام عليكم dengan menggunakan singkatan-singkatan seperti di atas dalam konteks bahasa SMS tidak dilarang.

REFERENSI
1. Bughiyyah al-Mustarsyidin, hal. 276-277
2. Ath-Thuruq al-Hukmiyyah, hal. 97-100
3. Thoro`iq al-Hukmi fi asy-Syari’ah, hal. 352
4. Ahkam as-Sulthoniyyah, hal. 219-220
5. Al-Fiqh al-Islamiy, juz 8, hal.6127-6128
6. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, juz 4, hal. 95-96
7. Qurrotul ‘Ain, Juz 7 Hal. 317-318
 
b. Kalau seorang penerima salam, maka tidak wajib dibaca, dan apabila dibaca, maka wajib dijawab.

Mengenai titipan salam, wajib disampaikan oleh muballigh atau rasul, dan penerima salam wajib menjawabnya, dengan cara satu persatu bila imkan, dan sekaligus bila tidak imkan.

REFERENSI
1. Syarh an-Nawawi, juz 5, hal. 211
2. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, juz 25, hal. 160
3. Nihayah al-Muhtaj, juz 3, hal. 492
4. Hasyiyah ar-Romli 'ala Asna al-Matholib, juz 4, hal. 183
5. I'anah ath-Tholibin, juz 4, hal. 301
6. Fatawa ar-Romli, hal. 555
7. Asna al-Matholib, Juz 4, Hal. 185

No comments:

Post a Comment